Kamis, 06 Mei 2010

KURIKULUM, DAN INTEGRASI AVIAN INFLUENZA (AI) DALAM PEMBELAJARAN

Abdul Zakaria, S.Pd.

A. DASAR

  1. UU No. 20 Tahun 2003 sistem pendidikan Nasional
  2. Intruksi Presiden RI tentang Penanganan dan pengendalian flu burung (Avian Influenza=AI)
  3. PP No. 7 tentang Komite Nasional Pengen dalian AI
  4. Rekomendasi Kadis Pendidikan Prov. Sulsel No.867/PD4/086//2008 tentang pelaksanaan kegiatan “Gerakan Sejuta Siswa Tanggap Flu Burung”
  5. UU NO. 22 TAHUN 1999(Tentang Pemerintah Daerah, Bab IV Pasal 7) Pasal 2 Ayat (3) Bidang pendidikan dan kebudayaan

¡ Kewenangan Pusat

:

o Penetapan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan

o kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta

o pedoman pelaksanaannya

o Penetapan standar materi pembelajaran pokok

o Penetapan kalender pendidikan dan jumlah jam efektif setiap tahun bagi

o pendidikan dasar, menengah dan luar biasa

¡ Kewenangan Daerah :

o Kebijakan penerimaan siswa baru

o Penyediaan buku pelajaran pokok/modul pendidikan mulai dari TK sampai dengan menengah

o Penyelenggaraan Sekolah Luar Biasa dan Balai Pelatihan dan/atau

o Penataran Guru

B. PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

  1. Kurikulum berbasis kompetensi.
  2. Kurikulum berdiversifikasi
    1. Memberikan peluang sebesar-besarnya kepada siswa
    2. berkembang sesuai potensi, kondisi, dan minatnya
    3. Berlakunya kurikulum yang berbeda dalam satu daerah
    4. Berlakunya kurikulum yang berbeda dalam satu sekolah
    5. Pengembangan Kurikulum Unggulan daerah dan sekolah
  3. Desentralisasi kurikulum ke tingkat daerah dan sekolah sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah

C. IMPLIKASI DIVERSIFIKASI DAN DESENTRALISASI KURIKULUM BAGI SEKOLAH

  1. Fungsi sekolah akan meningkat dalam pengelolaan dan membuat keputusan tentang kurikulum pendidikan.
  2. Sekolah dituntut peran yang besar dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan

- melalui penyusunan kurikulum yang sesuai dengan

- potensi dan aspirasi masyarakat yang menjadi

- pendukung dan sekaligus sebagai stakeholder

- pendidikan dalam wilayah cakupan layanannya.

  1. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah perlu dikelola berdasarkan prinsip manajemen berbasis sekolah (school based management) yang mengutamakan peran serta masyarakat (community based education).

D. Pendidikan dan Kesehatan

Pendidikan dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan menyangkut seluruh sisi kehidupan yang dimulai dari sejak dalam kandungan sampai liang lahat.

I. PENDIDIKAN DALAM KESEHATAN

HIDUP SEHAT DIMULAI DARI DALAM DIRI MANUSIA ITU SENDIRI

KTSP MAKA HARUS ADA PERUBAHAN

(Pengetahuan, Sikap, Perilaku)

PERUBAHAN DILAKUKAN MELALUI PROSES PENDIDIKAN

II. KESEHATAN DALAM PENDIDIKAN

Proses pembentukan manusia dalam bentuk pendidikan dan latihan keterampilan seyogyanya dapat dilaksanakan dengan aspek ‘sehat’ sebagai salah satu komponen yang menetukan keberhasilan proses tersebut.

Siswa sebagai subyek pendidikan hendaknya selalu dalam keadaan sehat jasmani dan rohani

Pendidikan Kesehatan Terpadu dilakukan oleh :

l. Pemerintah (Dinkes, Dinas Pendidikn, Dinas Kesehatan)

- Promosi Kesehatan

- Pelatihan dan Penyuluhan

- Sosialisasi

2. Masyarakat (Lembaga kemasyarakan, OKP, Ormas)

- Menciptakan kondisi lingkungan yang sehat

- Produksi pangan untuk sumber gizi

- Pengembangan perilaku hidup sehat

3. Keluarga

- Pedoman gizi keluarga

- Pembiasaan hidup sehat

Promo Kesehatan di Sekolah
Kerja sama dengan
Dinas Peternakan

Spanduk Promo kesehatan

Promo Kesehatan

Sosialisasi Materi dan kegiatan Ekstra


Sosialisasi

Uji Coba Integrasi Materi

Kesimpulan

  • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberi peluang untuk integrasi materi Flu Burung dalam sektor pendidikan
  • Hasil ToT tingkat region telah merintis jalan sosialisasi Tanggap Flu Burung sejak Dini pada sektor pendidikan
  • Bahasan tentang kesehatan telah teakomodir di beberapa mata pelajaran misalnya Pejaskesrek, & IPA namun tekhnis perlu digalakkan lebih lanjut

Saran

¡ Workshop yang mengcover beberapa instansi termasuk langka di temukan, berhubung pentingnya siaga ini sejak dini maka materi dan tekhnis operandi ini dipandang perlu melibatkan berbagai pihak

¡ Pelatihan ini harus berkelanjutan bukan hanya sebatas wacana tetapi perlu tindakan nyata di lapangan.

Selengkapnya...